Islamic Center Prabumulih Kini Ramai dan Menjelma Menjadi Ikon Keagamaan serta Pusat Olahraga Warga


PRABUMULIH, Liputansumsel.com 
– Matahari mulai condong ke barat. Sinar keemasan menyelimuti kawasan Islamic Center Prabumulih. Di pelataran yang dulu sering tampak lengang, kini puluhan hingga ratusan warga terlihat memadati area tersebut.

Anak-anak berlarian riang. Sejumlah remaja bermain sepeda dan skuter. Para ibu berjalan santai sambil berbincang. Sementara para ayah dan kaum muda tampak jogging mengitari kawasan yang kini menjadi salah satu ruang publik paling ramai di Kota Prabumulih.

Tak jauh dari pelataran, lantunan azan Asar menggema dari Masjid Islamic Center. Beberapa warga yang sebelumnya berolahraga perlahan menghentikan aktivitasnya dan bergegas menuju masjid.
Pemandangan seperti ini nyaris tak pernah terlihat beberapa tahun lalu.
Kini, di bawah kepemimpinan Wali Kota Prabumulih H. Arlan, semangat perubahan yang digaungkan pemerintah kota terasa nyata. Kawasan Islamic Center yang dahulu cenderung sepi kini hidup, ramai, dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Dulu Megah, Namun Belum Termanfaatkan Maksimal
Islamic Center Prabumulih bukanlah bangunan baru. Kompleks ini telah dibangun sejak masa kepemimpinan almarhum Wali Kota Prabumulih, DR Drs H. Rachman Djalili, MM.
Saat itu, pembangunan Islamic Center digagas sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Islam sekaligus simbol syiar Islam di Kota Prabumulih.

Dengan bangunan masjid yang megah dan area yang luas, Islamic Center digadang-gadang menjadi salah satu landmark penting kota.
Namun dalam perjalanannya, pemanfaatan kawasan tersebut belum optimal.
Aktivitas di Islamic Center umumnya hanya berlangsung pada momen-momen tertentu, seperti acara seremonial, peringatan hari besar Islam, atau kegiatan pemerintahan.

Di luar itu, kawasan tersebut cenderung sepi. Pada malam hari, suasananya bahkan sering terasa sunyi karena minim aktivitas.
Masyarakat pun belum menjadikan Islamic Center sebagai tujuan utama untuk beribadah, berkegiatan, atau bersantai.

Rusunawa yang berada di kawasan itu juga semakin aktif. Masjid Islamic Center pun kini digunakan secara maksimal sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan.

Salat lima waktu dilaksanakan rutin dengan jamaah yang terus bertambah.
Setiap hari, warga sekitar dan pegawai yang berkantor di kompleks tersebut datang untuk menunaikan salat berjamaah.

Perubahan paling mencolok terlihat setiap hari Jumat.
Sejak menjelang waktu zuhur, kendaraan roda dua dan roda empat mulai memadati area parkir. Jamaah berdatangan dari berbagai penjuru Kota Prabumulih.

Masjid Islamic Center yang megah itu pun dipenuhi ratusan jamaah yang menunaikan salat Jumat.
Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan menjadi bukti bahwa fungsi utama Islamic Center sebagai pusat kegiatan keagamaan kini benar-benar berjalan.

Pengurus Masjid Islamic Center, Junaidi, mengaku bersyukur melihat perkembangan yang terjadi.
“Alhamdulillah, sekarang masjid semakin ramai. Salat lima waktu rutin berjalan, dan setiap Jumat jamaah membludak. Dulu tidak seramai sekarang. Kami sangat bersyukur,” ujar Junaidi.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kawasan Islamic Center telah memberikan dampak nyata.
“Kalau tempatnya hidup, masyarakat juga nyaman datang. Sekarang suasananya jauh berbeda. Lebih ramai, lebih bersih, dan lebih terawat,” tambahnya.

Wali Kota Prabumulih H. Arlan menegaskan bahwa Islamic Center harus menjadi kawasan yang hidup dan bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Kita ingin Islamic Center ini benar-benar menjadi pusat kegiatan umat. 

Selain sebagai tempat ibadah, kawasan ini juga harus nyaman untuk masyarakat berolahraga, berkumpul, dan melakukan kegiatan positif,” ujar Cak Arlan.
Menurutnya, pemerintah akan terus melakukan pembenahan agar kawasan tersebut semakin tertata dan representatif

“Kalau fasilitas yang sudah ada dimanfaatkan dengan baik, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bagian dari semangat perubahan yang terus kita dorong di Kota Prabumulih,” tegasnya.

Ia bukan hanya bangunan megah yang berdiri sebagai simbol, tetapi juga ruang hidup tempat warga beribadah, berolahraga, bercengkerama, dan menggerakkan ekonomi.

Dari pelataran yang dipenuhi anak-anak bermain hingga saf-saf salat yang terisi penuh, semuanya menunjukkan bahwa Islamic Center telah menemukan denyut kehidupannya.

Dengan penataan yang berkesinambungan, fasilitas yang terawat, serta dukungan masyarakat, Islamic Center Prabumulih diyakini akan semakin berkembang menjadi ikon kota yang membanggakan.
Sebuah kawasan yang memadukan nilai religius, kebersamaan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Di tengah semilir angin sore dan gema azan yang menggema, Islamic Center Prabumulih kini menjadi bukti bahwa ketika sebuah fasilitas publik dikelola dengan baik, ia dapat menjadi pusat kehidupan masyarakat.
Dan di balik perubahan itu, semangat Cak Arlan terus menyala—menghidupkan ruang, menggerakkan kota, dan menghadirkan manfaat nyata bagi warga Prabumulih. (rin)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.