Reses DPRD Prabumulih Masa Persidangan III 2026: Serap Aspirasi Warga, Dari Infrastruktur Hingga Pencegahan Karhutla

 PRABUMULIH,Liputansumsel.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik wilayah pemilihan pada Sabtu (22/8/2026).


Agenda ini menjadi bukti nyata kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya. Para anggota dewan turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan, harapan, dan berbagai persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.

Kegiatan reses berlangsung secara terbuka dan dihadiri oleh beragam elemen masyarakat. Hadir pula Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat, Lurah, hingga Kepala Desa di wilayah masing-masing.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini memungkinkan terjadinya dialog langsung. Setiap permasalahan yang disampaikan dapat segera mendapat tanggapan atau penjelasan dari pihak yang berwenang.
 Berbagai usulan dan kendala yang terungkap dalam forum ini nantinya akan menjadi bahan utama pembahasan serta tindak lanjut bersama Pemerintah Daerah Kota Prabumulih.

Fokus pertama reses berada di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Prabumulih Barat, Prabumulih Selatan, dan DKT. Kegiatan dilangsungkan di Aula Kecamatan RKT.

Sebanyak sepuluh anggota DPRD hadir mewakili dapil ini. Mereka adalah Hj Nur Lisna SH (PKS), Fena Harianti SH (Gerindra), Leoni Ayu Pratiwi SH MH (Gerindra), M Faris Pramudia SE (PKS), Riza Ariansyah SH (Gerindra), Ir Dipe Anom (PDIP), Adriansyah ST MH (Golkar), Feri Alwi SH MH (PAN), H Erwandi BSc (Demokrat), serta Suherli Berlian ST (Nasdem).

Warga di wilayah ini menyampaikan kebutuhan yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan publik. Salah satunya berkaitan dengan pelayanan administrasi kependudukan yang dikelola oleh Disdukcapil.
Masukan ini menjadi sorotan utama karena pengurusan dokumen kependudukan merupakan kebutuhan dasar setiap warga. Masyarakat berharap proses pelayanan semakin cepat, mudah, dan tidak mempersulit.

Selain layanan administrasi, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian besar. Warga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi Jalan Tanjung Raman–Sinar Rambang.

Jalan tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang konektivitas wilayah dan kelancaran aktivitas ekonomi warga. Selain itu, kebutuhan penambahan tiang listrik di sejumlah titik wilayah juga disampaikan agar penerangan merata.

Sementara itu, suasana berbeda terlihat pada reses Dapil I yang berpusat di Kecamatan Prabumulih Timur, tepatnya di Aula Kelurahan Tugu Kecil. Fokus aspirasi lebih banyak menyentuh isu lingkungan dan pelayanan dasar.

Dua belas anggota DPRD hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya Iswanto (Demokrat), H Hendriansyah SE (PBB), Hartono Hamid SH (Hanura), Nicko Adha Prananta SE (Demokrat), Ben Heri SSi MPd (PKS), Aryono ST (Gerindra), H Deni Victoria SH MSi (Demokrat), Welizar SE (Golkar), HM Rasyid SAg MM (PDIP), Dra Hj Herawati MKes (Golkar), Evi Susanto SE (PPP), serta Dhafina Marsyah Tahira SH (PDIP).

Berbagai isu strategis muncul di sini, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga penanganan demam berdarah dengue (DBD).

Persoalan karhutla menjadi perhatian utama karena saat ini memasuki musim kemarau. Warga berharap adanya langkah pencegahan dan penanganan terpadu, termasuk edukasi serta peningkatan kewaspadaan di wilayah rawan.

Isu kesehatan lingkungan seperti PHBS dan pencegahan DBD juga disampaikan. Masyarakat meminta penguatan edukasi agar lingkungan tempat tinggal tetap bersih dan terhindar dari risiko penyakit.

Tak kalah penting, kebutuhan air bersih turut menjadi sorotan warga. Air bersih adalah hak dasar, sehingga ketersediaan dan pemerataan akses diharapkan menjadi prioritas pemerintah daerah.

Selain itu, persoalan perlintasan kereta api (KAI) juga disampaikan. Fokus utamanya adalah aspek keselamatan, mengingat banyak warga yang setiap hari melintasi jalur kereta tersebut demi aktivitas sehari-hari.

Menanggapi rentetan aspirasi ini, Ketua DPRD Prabumulih, H Deni Victoria, menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formalitas belaka. Kegiatan ini adalah ruang komunikasi dua arah yang nyata.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah memahami persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan. Tidak ada jarak antara wakil rakyat dan masyarakat dalam mencari solusi.

Seluruh aspirasi yang masuk akan dihimpun dan dibahas sesuai mekanisme peraturan yang berlaku. Nantinya akan diselaraskan dengan program kerja pemerintah daerah serta kemampuan anggaran yang ada.

 “Kami ingin apa yang disampaikan masyarakat benar-benar menjadi perhatian. Tidak semua bisa direalisasikan sekaligus, harus ada skala prioritas,” ujar Deni.

Hal yang paling mendesak dan menyangkut kepentingan banyak orang akan didahulukan untuk diperjuangkan. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif warga dan instansi terkait yang hadir.

Kehadiran berbagai pihak dinilai penting agar setiap masalah dapat diketahui solusinya sejak awal. DPRD berharap reses ini mempererat hubungan antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif.

Akhirnya, seluruh masukan dari ketiga dapil ini akan menjadi bahan utama bagi DPRD Prabumulih dalam menjalankan fungsi penganggaran, legislasi, hingga pengawasan demi pembangunan kota yang merata dan berkeadilan.

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.